BUSINESS ETHICS (ETIKA BISNIS)

LEVEL PELAKSANAAN ETIKA BISNIS

1. Micro: berdasarkan norma individu yang terbentuk melalui pendidikan keluarga dan sekolah serta masyarakat
2. Meso: berdasarkan norma kolektif yang terbentuk dalam organisasi melalui penciptaan Corporate Culture
3. Macro: yang merupakan General Obligation pada level negara bangsa

PRINSIP PENERAPAN ETIKA BISNIS
1. When in Rome “ When we are in Rome we should behave as Romans do” Kebaikan: respect to local culture. Kelemahan: Ethical relativism
2. The Righteous American: menggunakan Standar norma Amerika. Kebaikan: Consistent. Kelemahan: Ethical Imperialism
3. No Ethical Standard. Kelemahan : Ethical Scepticism

MANFAAT DAN CAKUPAN ETIKA BISNIS
Manfaat: diharapkan mampu memperbaiki kualitas pengambilan keputusan dan pelaksanaan manajemen
Cakupan:
1. Perlindungan Lingkungan
2. Marketing, Truth and Advertising
3. Akuntansi dan Keuangan
4. Kepegawaian
5. Trade Secret & Insider Trading
6. Whistle Blowing
7. Diskriminasi dan Affirmative Action

MENGAPA BUSINESS ETHICS ?
Business Ethics dibutuhkan karena 3 alasan :
1. The Argument of Scandals yang dipicu oleh The Myth of Amoral Business: “ The meaning of Business is Business dan tidak berdayanya hukum karena:
• Hukum selalu ketinggalan dari praktik
• Hukum selalu mengandung loopholes
• Legal tidak selalu Ethical
2. The Argument of Economization yang mengedepankan ekonomi sebagai panglima penciptaan kesejahteraan manusia. Pembangunan di bidang hukum dan pendidikan diabaikan akibat dianutnya neoliberalisme
3. The Argument of Challenges: bahwa ke depan bisnis penuh dengan tantangan berat berupa kesadaran konsumen & karyawan terhadap hak-haknya, kelestarian lingkungan, kejujuran , fairness dan CSR

KASUS ETIKA BISNIS:
Kasus Savings and Loans
Lembaga Keuangan non bank “ thrifts” bergerak dibidang pengadaan perumahan, dan dijamin oleh pemerintah federal melalui Asuransi. Pemerintah AS kemudian memperlonggar aturan sehingga kelebihan dananya ditanam disektor yang berisiko, atau memberikan bunga cukup tinggi. Akibatnya banyak thrift menderita rugi dan akhirnya bangkrut. Karena dijamin maka penabung tidak rugi. Kerugian ditutup dengan klaim asuransi yang berasal dari iuran pajak. Apakah ini fair ?

Kasus BCCI
Bank of Credit and Commerce International: didirikan oleh Agha Hasan Abedi banker dari Pakistan yang bisa meyakinkan Sheik Zayed dari Abu Dhabi untuk mendirikan Bank berpusat di Karachi dan beroperasi internasional khususnya untuk membantu masyarakat negara miskin. Karena kontrol pemerintah yang lemah maka akhirnya menjadi institusi Money Loundring untuk drugs, perdagangan senjata, dan akhirnya terjadi korupsi sehingga bankrut dengan kerugian 10 – 20 milyar doalr.
Masalah: penabung dari negara miskin menjadi korban

ETIKA AKUNTANSI
Etika Akuntansi, Auditing dan Perpajakan
Dalam Akuntansi Keuangan biasa dilakukan window-dressing dengan double book keeping
Dalam Auditing: terjadi conflict of interest pada diri akuntan yang cenderung memihak pada kepentingan manajemen, karena mereka yang membayar fees. Idealnya Akuntan Publik harus independen. Dalam bidang perpajakan dikenal : Tax Evasion dan Tax Avoidence

Dibidang Akuntansi Manajemen dalam Penganggaran pada perusahaan terdivisionalisasi terdapat istilah Slack Budget dengan “Motto”: It is better to promise too little and deliver more, than to promise too much and deliver less.
Slack Budget: perbedaan antara apa yang seharusnya dicapai dengan apa yang sungguh-sungguh diusulkan dalam anggaran

Tujuan Budget Slack: Target mudah dicapai (untuk pendapatan) dan ada pengaman( biaya).
Tujuan akhirnya: memperoleh insentif manajemen
Perilaku lain: menghabiskan anggaran biaya dengan tujuan agar anggaran periode berikutnya tidak dipotong dimana bila terjadi berarti terdapat Nonvalue Added Activities yang menimbulkan Nonvalue Added Costs bagi organisasi
Akibat selanjutnya: daya saing rendah.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>